Sapo Juma, sebuah Surga Tersembunyi di Tongging

by - Desember 30, 2017



" Jadi ini yang namanya Sapo Juma? " tanya saya ke salah satu pegawai disana
" Iya, Kak. Ini yang namanya Sapo Juma " katanya
" Bukan itu ?" kembali saya bertanya sambil menunjuk ke arah taman di lereng
" Bukan, Kak. Itu bukan Sapo Juma. Inilah Sapo Juma " jelasnya
" Owalah, berarti selama ini saya salah. Kirain itu yang namanya Sapo Juma. Abis selama ini yang banyak beredar di sosmed, Sapo Juma ya taman bunga dengan bangunan putih itu Bang " kata saya

Setelah menempuh perjalanan 3,5 km dari gerbang retribusi kawasan Air Terjun Sipiso Piso, dengan medan berupa jalan berbatu. Dengan dihiasi panorama kebun sayur milik warga di lereng bukit sebelah kanan dan Danau Toba terhampar di bawah sebelah kiri hampir sepanjang jalan

Akhirnya saya harus dikagetkan dengan hal yang saya tidak kira sebelumnya. Ternyata sebuah taman di lereng yang dihiasi dengan bunga beraneka rupa dengan pondok putih, yang saat ini sedang hits di sosmed dan ingin saya datangi itu bukanlah Sapo Juma. Padahal di sosmed, kebanyakan orang sering menyematkan nama taman itu sebagai Sapo Juma

Lalu apa dong nama taman cantik dengan bunga aneka rupa di kawasan Tongging itu, yang beberapa bulan ini hits di sosmed ?

Taman ini bukan Sapo Juma
Ternyata nama taman itu, seperti tertulis di pagar bambu yang mengitarinya bernama Jabu Ertuah. Sebuah kebun bunga milik pribadi juga, yang berbeda dengan Sapo Juma

Kebetulan tempatnya hanya berjarak beberapa meter saja dari Sapo Juma. Dan letaknya sebelum Sapo Juma dan bersebelahan, tak heran banyak orang mengira taman bunga yang hits di sosmed itulah Sapo Juma

Padahal bukan

 ***

Lantas apa itu Sapo Juma ?
Jreng jreng ... Ini dia Sapo Juma

Tak sulit untuk menemukan Sapo Juma. Dari pintu gerbang retribusi kawasan wisata Air Terjun Sipiso Piso, penanda jalan masuk ke Sapo Juma sudah terlihat di sebelah kanan. Satu arah jalur menuju tempat wisata Gajah Bobok, dengan kondisi jalan yang berbatu

Sebuah gerbang beratap rumbia dengan nuansa Jepang dan berhias payung Bali menyambut setiap pengunjung yang datang di kawasan Sapo Juma. Dengan membeli tiket seharga 10 ribu rupiah per pengunjung, pengunjung bisa masuk ke Sapo Juma. Cukup murah bukan

Kami berfoto dulu di depan gerbang masuk Sapo Juma
Siapa yang bisa berpaling dari pemandangan indah ini ? ( sumber gambar : Ig: @SapoJuma )
Sapo Juma adalah sebuah homestay berkonsep alam yang sengaja dihadirkan pemiliknya untuk siapa pun yang berkunjung kesana. Nuansa baru di kawasan wisata Tongging

Dalam bahasa Karo, Sapo artinya rumah dan Juma berarti ladang. Rumah di tengah ladang, barangkali itu artinya

Ketika saya kesana, pengunjung lumayan ramai. Kebanyakan seperti saya, langsung mencari tempat untuk bisa melihat keindahan Danau Toba dari atas. Ada yang memilih duduk di bangku kayu, ayunan dan pondok - pondok kecil berbentuk segitiga


Dan inilah salah satu kelebihan utama dari Sapo Juma, indahnya Danau Toba dari ketinggian dapat dinikmati disana. Dengan view yang luar biasa, tentunya akan memanjakan pengunjung untuk berlama - lama duduk dan sembari menghirup segarnya udara pegunungan

Maka nikmat TuhanMu manakah yang kau dustakan ...

Danau Toba yang selalu mempesona 

Pemandangan menakjubkan Danau Toba yang bisa dinikmati dari Sapo Juma



Asyiknya duduk di ayunan sembari melihat Danau Toba
Pemandangan yang menakjubkan bukan?
Alunan musik mengalun dari coffee shop yang buka setiap Sabtu - Minggu, disediakan oleh Sapo Juma menambah semarak pagi itu. Aneka rupa makanan dan minuman disediakan di coffee shop, mulai nasi goreng, mie goreng, bandrek, pisang goreng, kopi dan teh

Semua makanan yang tersaji di coffee shop Sapo Juma adalah organik dan bahannya diambil dari kebun sendiri. Jadi terjamin kesegarannya. Di coffee shop itu, pengunjung juga bisa membeli ubi dan wortel yang tentunya organik seharga 15 ribu perbungkus



sumber gambar : Ig @SapoJuma

Pemandangan coffee shop di malam hari ( sumber gambar : Ig @SapoJuma )

Nuansa dalam coffee shop di malam hari ( sumber gambar : Ig @SapoJuma )
Jika kalian yang ingin menginap disana, Sapo Juma juga menyediakan homestay yang hanya dibuka hari Sabtu dan Minggu saja. Homestay di Sapo Juma berbentuk pondok bernuansa Jepang. Totalnya ada delapan kamar

Setiap kamar di pondok beratap rumbia itu  dilengkapi 2 kasur. Dengan membayar 450 ribu, kalian akan mendapatkan 2 kasur. Uniknya, kasur ini diletakkan aja di lantai loh. Mirip rumah di Jepang kan

Untuk ekstra bed, harganya 125 ribu.

Dengan kamar mandi terletak di luar dan terpisah dari kamar. Air panas disuplai 2 kali sehari

Kasur di lantai kayu dan tanpa TV di dalam kamar, cocok untuk yang mencari ketenangan

Kamar mandi yang terpisah dari kamar tidur

Pemandangan di depan salah satu pondok
Penginapan ini sepertinya memang ditujukan untuk yang menyukai ketenangan serta kesunyian dan berjiwa petualang. Karena sepanjang jalan masuk dari jalan utama kawasan wisata Air Terjun Sipiso Piso menuju ke Sapo Juma sepanjang 3,5 km itu, seingat saya tidak satupun rumah penduduk terlihat. Hanya kebun milik penduduk saja

Televisi juga tidak tersedia di dalam kamar, seperti kebanyakan penginapan. Aliran listrik satu-satunya disediakan oleh genset, yang akan dimatikan setiap jam 12 malam. Kecuali ada permintaan khusus dari pengunjung untuk menyalakan listrik

Cukup menantang bukan ?

Dan semua itu akan terbayar dengan keindahan Danau Toba di pagi hari tentunya

Mungkin diantara kawan - kawan ada yang bertanya, emang ada yang mau menginap disana kan sunyi ? Ada kok, malah saat kami kesana ada yang baru aja check out

Sapo Juma dari atas ( sumber gambar : Ig @SapoJuma )
Mejuah - juah adalah salam dalam bahasa Karo yang berarti kesehatan, kesejahteraan dan mujur


Puas duduk menikmati Danau Toba dari ketinggian, saya pun beranjak ke taman bunga dan kebun yang ada di dalam Sapo Juma. Berjalan di sebuah jalur berupa tangga, bunga warna warni terlihat disana dan ada sebuah kolam ikan di dekat pondok

Disinilah, bahan makanan organik Sapo Juma dihasilkan dan disajikan kepada pengunjung yang menginginkan makanan sehat


Melihat waktu yang mulai beranjak siang, kami pun memutuskan untuk menyudahi wisata kami di Sapo Juma. Karena sudah cukup lama disana dan ingin melanjutkan perjalanan lagi ke air terjun Sipiso Piso

Oiya, saat kami keluar kami berjumpa dengan 2 ekor anjing di depan. Yang putih namanya Pipi dan yang coklat namanya Juma... Hahaha

Pipi dan Juma, sedang menjaga barang bawaan pengunjung

Kalau kalian ingin merasakan sensasi menginap yang jauh dari keramaian, foto prewed atau makan siang bisa langsung menghubungi pihak Sapo Juma atau follow Ig @SapoJuma

sumber gambar : @SapoJuma

Mumpung masih bentar lagi libur akhir tahun, ayo main ke Sapo Juma dan nikmati keindahan Danau Toba dari sana

Karena jaman now, orang selalu bertanya " Tempatnya instagramable gak ? ". Ya jelas dong, Sapo Juma bukan hanya tempat foto instagramable. Banyak yang bisa didapat disana. Dijamin oke buat wisata karena pemandangannya emang keren banget

Sebuah surga tersembunyi di Tongging

Jangan bilang kalian pernah ke Sapo Juma, kalau kalian belum ke tempat ini ya












You May Also Like

44 komentar

  1. Klo disini mirip2 umbul sidomukti cmn gak ada danaunya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku gagal waktu mau ke Sidomukti pas mudik kapan hari, say. Maceeeet di atas. Sampe sekarang ya cuma bisa liat fotonya aja

      Hapus
  2. Mau ke Sapo Juma sampai sekarang belum jadi juga nih. Hahahaha. Pingin nginep tapi...duh, mikirin kucing banyak siapa yang jaga :(.

    BalasHapus
    Balasan
    1. I feel you, Mbak Molly. Emang paling galau pergi menginap kalo ada para empus manis di rumah. Apalagi kalo ada yang baru lahir ... aduuuuh

      Hapus
  3. mungkin penamaan taman bunga yang selama ini disebut sapo juma, juga berasal dari orang setempat kak, jadinya orang lain juga ikut"an bilangnya sapo juma.. walau secara aslinya itu adalah homestay, setidaknya namanya naiklah untuk promosi..hahhaha

    kasur dilantai...tiap hari awak tidur dirumah kek gitu lah kak,, udah kayak dijepang lah berarti ya.. hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi juga itu, Mas Rudi. Kemarin pas kesana emang asli bikin aku kaget. Karena selama ini yang aku tau, Sapo Juma ya taman itu

      Wuiiish keren lah, di rumah udah pakenya kasur ala Jepang ... Hahaha

      Hapus
  4. Subhanallah, pemandangannya spektakuler! Nyesel pas ada kesempatan ke Medan ga sempat eksplore kemana2. Semoga lain kali ada kesempatan. Di catet dulu nih bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kalo ada kesempatan ke Medan lagi, bisa kesini Mbak Nisa 😊

      Hapus
  5. sapo juma,, namanya branding banget tuh :-)
    makin keren aja nih sumatera, jadi pengen pulang kampung lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang Medan ya, mbak? Salam kenal ya 😄

      Hapus
  6. Kaliurangnya Jogja..eh nggak ding..sleman ga ada danaunya.

    Seger banget ya mba.. bikin betah pemandangan alamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Kaliurang itu setara dengan Berastagi, Mbak Sulis 😄

      Hapus
  7. Cakep viewnya. Aku bakalan betah berlama-lama disana. Tenang dan damai ya. Kayaknya bakal lupa rumah yang berantakan, hihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumah berantakan, liburan begini ya pasti itu Mbak Nur... Hahaha

      Hapus
  8. Enak nih buat pengantin baru. Tapi kalo musim liburan ramai juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget tuh, Mbak. Asik buat honeymoon

      Hapus
  9. Bagus sekali ternyata sapo juma, dan lengkap fasilitasnya.
    Kalo gak datang langsung pasti masih mengira taman bunga dengan bangunan putih masih sapo juma ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Viewnya emang keren banget, Mbak Anis. Bikin betah

      Hapus
  10. Wuah cantiknyoo pemandangannya spektakuler

    BalasHapus
  11. Nasip Palembang gak ada dataran tinggi kayak gini, paling banter juga museum Monpera kalau mau lihat Palembang dari ketinggian haha. Mesti melipir dulu ke pinggiran baru deh suasana alam kayak gini bisa dilhat. Hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... emang kalau tinggal di dataran rendah, paling rindu sama pegunungan begini Bang

      Hapus
  12. pemandanganya bagus banget :O semoga tahun ini bisa main ke sana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, mudah-mudahan terwujud Mbak

      Hapus
  13. Pemandangannya keren banget ya, Bu..
    Pengen kesitu deh..he
    Terlebih kalau disaat pagi ya, serju lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an ada rejeki suatu saat kelak buat Mas Andy buat datang ke Sumut ... Aamiin

      Hapus
  14. Pas aku ke tongging liat sipiso2, aku ga tau tempat iniiii.. Aghhhhh.. Rugiiii.. Kalo tau mah udh kita inepin deh.. Cakeeep banget tempatnyaaa.. Yg bgini aku suka mba.. Ga rame.. Walopun mungkin suami misuh2 krn g ada tivi :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tempat ini masih baru setahun paling, Mbak Fanny. Besok pas mudik lagi datang kesinilah sama suami ... sekalian honeymoon hahaha

      Hapus
  15. sapo juma,, hii3x
    lucu juga ya namanya mbak, tapi viewnya itu keren banget loh.. jadi pengen ke sumut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo main ke Sumut, Mbak. Nikmati keindahan alamnya

      Hapus
  16. wah si piso piso, sudah dari lama mengidamkan ingin basuh wajah di sana, moga kesampaian suatu hari nanti, aamiinnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapkan fisik yang kuat, Mas Prio. Medannya lumayan bikin pegal sama nafas ngos-ngosan

      Hapus
  17. Balasan
    1. Adem di mata dan pikiran juga, Bang

      Hapus
  18. Wah cantik banget, kak. Pemandangannya indah, suasananya tenang, pengen rasanya nginep 2 malem di situ. Sayang ya cuma buka Sabtu Minggu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Buat nginap cuman Sabtu Minggu aja untuk sementara. Next mungkin penginapannya buka tiap hari

      Hapus
  19. sayang pas ke Medan belum kenal sama mbak yaaaaa.... Kl udah kan lumayan saya bisa dapat rekomendasi tempat jalan2 yg cantik kyk gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang udah kenal kan, Mbak Ria. Kapan ke Medan lagi nih ? Ntar jalan bareng yuk

      Hapus
  20. Waktu ke Sipiso-piso aku enggak turun Mbak Dila, karena gendong bayi..suamiku aja yang turun. Terus aku lupa sudah ada belum Sapo Juma ini..
    Lihat penampakannya jadi mupeng ke sana lagi ini..:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun belum sah turun ke Sipiso Piso, Mbak. Belum setengah jalan udah balik naik. Gak kuat, Mbak Dian

      Sapo Juma masih baru Mbak Dian belum ada setahun

      Hapus
  21. Wah iya keren banget. Macam kawah-kawah gitu kalau pas yang lihat foto tampak atas. Wisata paket lengkap juga ya. Nggak cuma ada coffee shop dan makanan lainnya, bahkan penginapannya pun juga ada. Nice...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang keren banget, Mbak Nita. Mata langsung adem pas liat danau di bawah itu. Dan pastinya bikin kangen pengen balik lagi melihat danau indah itu

      Hapus
  22. Assalamualaikum mbak
    Ada sedikit pernyataan melenceng disitu..mbak tulis ulah beberapa oknum..sejatinya itu bukan ulah beberapa oknum melainkan tanda dilarang masuk itu buat orang yang tidak bayar karena itu taman pribadi
    Saya selaku anak dari pengawas utama taman jabu Ertuah sedikit keberatan
    Trim's
    Wasalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas masukannya Bang Roy. Yang saya tulis disini, berdasarkan apa yang saya dengar saat berada disana. Mungkin ada miskomunikasi. Dan setelah mendengar masukan dari Abang. Tulisan sebelumnya sudah saya edit. Terima kasih atas masukannya

      Hapus