Ketika Kehancuran itu Nyaris Membuatku Mengakhiri Hidup

by - September 28, 2017




Bunuh diri, sebuah kata yang nyaris kulakukan terhadap diri ini lebih dari satu dekade silam. Perbuatan yang dimurkai penciptaku, hampir kulakukan ketika itu

Ah ... tak mungkin. Aku kira itu yang ada di pikiran kalian saat ini

 ***

Di awal abad milenial, aku seorang gadis berusia 20 tahun ketika itu. Masih duduk di bangku kuliah semester 3. Sebuah kisah kelam nyaris membuatku mengakhiri hidupku

Hari itu, Tanteku adik dari Mama, membawa seorang muridnya ke rumah. Usianya setahun di bawahku. Gadis cantik berhidung mancung itu mengalami cerita mengerikan dalam kehidupannya. Ayahnya membunuh ibunya. Kemudian ayahnya dipenjara. Dengan wajah penuh tekanan, setiap hari dia datang ke sekolah. Kasihan terhadapnya, Tanteku itu membawa dia ke rumah.  Dan menjadi adik angkatku

Sebut saja namanya Bulan. Rasa senang awalnya menghampiriku, aku punya seorang adik perempuan pikirku saat itu. Bulan tidur bersamaku karena kamar hanya ada 3 di rumah. Adik lelakiku di kamar depan. Mama tidur sendiri karena Papa kerja di luar kota dari aku kelas 2 SMP.  Sabtu dan Minggu baru pulang 

Kehidupan kami pun berubah warna dengan hadirnya Bulan. Tak ada perbedaan perlakuan dari kami. Bulan diperlakukan seperti anggota keluarga sendiri

Hingga akhirnya keadaan berubah 180 derajat. Entah bagaimana awalnya, Mama merasakan ketidak beresan dengan Papa sejak hadirnya Bulan di rumah. Mungkin itu insting seorang istri. Hingga akhirnya malam itu, Tanteku menelpon Bulan supaya datang ke rumahnya pagi besok

Bulan pun datang ke rumah Tanteku. Dan hari itu juga Bulan pamit dari rumah. Masih teringat bagaimana wajahnya saat itu. Aku yang saat itu tak tahu pasti, cerita apa yang terjadi dengan Papa dan Bulan. Perasaanku sebagai anak membuatku cukup menjadi orang yang sangat membenci Papa. Ya, aku membenci lelaki cinta pertama dalam hidupku 

Mama begitu tegar, tahu bahwa aku benci Papa saat itu. Berulang kali Mama mengatakan " Jangan kamu benci Papamu. Papa sayang kamu. Maafin Papamu ". Tapi perkataan Mama itu nyaris tak pernah kudengar. Mama tak pernah membenci Papa atau mengajarkanku untuk membenci Papa. Tapi aku tetap membenci Papa

Aku yang sebelumnya tak bisa naik sepeda motor karena takut, entah kekuatan apa yang mendorongku. Saat ada pertemuan keluarga aku minta Om, adik ipar Mama, mengajarkanku naik sepeda motor. Tak perlu belajar lama, satu hari itu aku langsung bisa naik sepeda motor

Aku pun menjadi anak yang pemberontak. Aku memaksa Papa untuk menyediakan sepeda motor. Papa yang mungkin tahu kekesalanku saat itu pun, merelakan sepeda motornya untuk kupakai. Untuk berangkat kerja di luar kota, Papa memilih naik bis ( Ah ... air mataku jatuh lagi saat mengingat kenakalanku saat itu ). Dengan rasa kesal memuncak, aku pernah mengendarai motor dengan kecepatan 105 km / jam saat itu di sebuah jalan raya yang sedang sepi. Aku nekad sekali 

Tak hanya itu, aku pun mencoba untuk merokok. Sebungkus rokok yang kutemukan di laci meja belajar adik yang dibelinya saat kemah. Sempat kucoba merokok setengah batang. Dan disitulah saya tahu, ternyata seperti itu ya rasanya merokok. Gak ada enak - enaknya. Seperti kertas dibakar saja ... Hambar 

Masih belum puas, aku pun sempat berucap " Dimana ya beli obat terlarang? ". Kalau minum itu mungkin aku bisa mati. Tapi Allah baik kepadaku. Tak kutemukan  jawaban atas pertanyaanku itu 

Waktupun berlalu, aku masih membenci Papa. Melihatnya pun tak sudi. Hingga suatu malam Papa datang ke kamar. Duduk di depanku. " Kalau kamu masih sayang Papa, lihat Papa. Kalau kamu benci sama Papa, biar Papa pergi "

Ternyata aku tak sanggup untuk melanjutkan kebencianku pada Papa. Air mataku berderai saat itu. Aku tak sanggup jika kehilangan Papa lagi. Kupeluk Papa. Disitulah rasa benciku hilang seketika 

Dan sebuah skenario besar Allah ternyata menanti kami selama 5 tahun kedepannya ... 

***

Seorang lelaki bertubuh pendek dengan kacamata bundarnya datang menghampiri hidupku. Dia atasanku tapi beda bagian. Pria non Muslim ini membuatku jatuh cinta padanya 

Yang kutahu dia baru putus dari pacarnya di luar kota. Sebuah acara suatu produk yang menghadirkan penyanyi terkenal Indonesia, membuatku berkenalan dengannya. Kedekatanku dengannya pun berlanjut. Aku pun makin jatuh cinta dengannya 

Meski boleh dibilang kami pacaran atau mungkin dia merasa tidak ... Entahlah. Malam Minggu seperti layaknya orang pacaran. Tapi disisi lain, dia tetap perhatian dengan mantan pacarnya. Setiap mantan pacarnya datang ke kotaku selalu dijemput. Selalu perhatian dengannya. Aku pun mulai tidak nyaman 

Tiga bulan menjalani hubungan seperti itu. Hingga akhirnya kuputuskan daripada lebih sakit hati, lebih baik berhenti saja. Tapi ternyata rasa itu masih ada, aku pun masih sering berjumpa dengan dia. Sulit sekali melepaskan perasaan itu. Dia pun masih berjumpa dengan mantan pacarnya 

Tak tahan dengan perasaan yang kacau itu, kutelpon mantan pacarnya. Aku cerita banyak dengannya. Tentang perasaanku dan banyak hal. Rupanya dia sosok yang ramah. Dia bersedia mendengar ceritaku.  Dan disitulah kutahu ternyata selama ini mereka belum putus. Gadis yang kutahu sebagai mantan pacar ternyata bukan mantan. Tetapi masih pacaran

Aku menjadi selingkuhan tanpa aku sadari. Aku jadi pelarian pria itu ketika dia bermasalah dengan gadis itu. Pria yang telah membuatku jatuh cinta, tak menyadari dia telah menghancurkan hatiku berkeping - keping

Disitulah aku ingin menghabisi hidupku sekali lagi. Aku tak sanggup menghadapinya. Puluhan butir obat entah apa yang kulihat di rumah saat itu kutenggak. Bukan kematian yang kuhadapi, tapi rasa mual akibat banyak pil kutenggak. Alhamdulillah, Allah menyelamatkanku sekali lagi 

Disaat yang bersamaan, aku kehilangan salah seorang sahabat yang aku sayangi karena kecelakaan lalu lintas di Senin pagi itu. Jangan tanya bagaimana hancurnya perasaanku. Yang jelas duniaku makin bertambah gelap

Dan keluargaku tak pernah mengetahui niatku untuk mengakhiri hidup hingga kutuliskan ini ... 

****

Jika kalian sekarang berpikir aku begitu lemahnya saat itu ? Bodoh sekali jika masalah seperti itu saja nyaris menghancurkan hidupku

Kujawab, tidak. Apa yang terjadi padaku saat itu memang membuatku jatuh terpuruk

Silakan jika kalian ingin tertawa. Aku memang bodoh ...


Dua kali menghadapi masalah yang membuat hidupku hancur dan nyaris mengakhiri hidup. Tak akan membuatku jemawa dengan mengatakan " Untung aku masih memiliki iman ". Tidak, aku tak berani mengatakan itu

Allah lah yang menyelamatkan hidupku

Bukan hanya Allah saja. Ada tangan lain yang membuatku bangkit. Mereka adalah keluargaku, guru dan sahabat. Mereka memang tak pernah tahu aku berniat bunuh diri

Yang mereka tahu bahwa aku punya masalah
Yang mereka tahu bahwa aku ingin didengar
Yang mereka tahu bahwa aku ingin ditemani 

Tak mudah bagiku untuk bangkit dari rasa kehancuranku. Meski tak butuh waktu lama, tapi saat itu aku merasa tertatih untuk menata hidup kembali

Dan kini setelah semua berlalu lama. Kubisa berkata, tak pernah kusesali semua jalan cerita yang pernah terjadi. Karena itu yang menjadikanku seperti saat ini

Jika di sekeliling kalian, ada orang yang tengah menghadapi masalah. Dengarkan dia. Jangan hakimi dia. Mungkin buatmu masalah yang dihadapinya sederhana. Tapi belum tentu buat dia. Sediakan telinga untuk sekadar mendengar. Meski kau tak punya solusi untuknya, sepasang telingamu sudah sanggup meredakan masalahnya 
    
Tak malukah diriku menceritakan ini ? Bukankah itu aib ? Buatku itu bukan aib. Itu adalah jalan Allah untuk membuatku menjadi lebih baik. Aku hanya ingin mengatakan kepada mereka yang saat ini menghadapi masalah, yang membuat kalian merasa tak memiliki harapan. Kalian tak sendiri, aku pernah di posisi kalian ...


You May Also Like

25 comments

  1. Replies
    1. Alhamdulillah, Allah selalu menguatkan dimana pun saya 😇

      Delete
  2. Kita punya pengalaman yang sama untuk cerita yg pertama mba.. Aku pun pernah 2 kali ingin melakukan itu karena kekecewaan dg ayah dan seorang lelaki. belum lagi perjalanan kuliah ku yg ga mulus dan harus berbeda dg teman2, mana ada yg mau temenan sama aku yg bodoh, yg harus ngulang sidang skripsi 2 kali 😄 sedangkan kalau mau sidang kedua aku harus bayar uang 1 semester lagi, keadaan keluarga q masih ngutang sana ngutang sini, banyak yg mandang rendah, ga cuma tetangga, keluarga, hingga yg katanya sahabat ga peduli saat terpuruk 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi sekarang, kita berterima kasih pernah dikasih kesempatan belajar hidup yang luar biasa kan
      Yang bikin kita menjadi kita saat ini

      Peluk mb Shovya aaaah 😘😘😘

      Delete
    2. Bener.. Alhamdulilah banget, aku masih diberi kesempatan buat ngerasain berbagai pengalaman hidup 😂😂

      Delete
  3. Peluuuukkkk....
    Tiap orang pasti punya titik terendah dalam hidupnya. Tak jarang yang sampai berusaha mengakhiri hidupnya. Aku pun pernah beberapa kali berada di posisi itu.
    Salut buat Mbak yang sudah berani menceritakannya.
    Semoga ke depannya kita selalu diberi kekuatan untuk menghadapi tantangan-tantangan hidup ya. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah
      Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan 😇😇

      Peluuukkk mb Dian juga 😘

      Delete
  4. Justru membaca pengalaman dr orang yg pernah mengalaminya, aku jadiin pelajaran buatku sendiri mba. Kdg walo ga terlalu banyak pengalaman hidup yg aneh2, tp kita masih bisa ambil hikmah dr pengalaman orang lain :) . Jd aku ga akan mentertawakan, menghina ato meremehkan orang2 yg begitu. Krn aku takut, itu berbalik ke diri kita :( .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Allah kasih pengalaman hidup luar biasa buat saya Mb. Dan saya pun senang belajar
      dengan cerita hidup orang lain . Banyak yang bisa saya pelajari

      Delete
  5. Menurutku ini tulisan bunda dila yg paling keceeeehhh..
    Memang terkadang tulisan yg paling bagus berasal dr kesedihan..
    Jangan malu untuk mengungkapkannya krn tulisan ini bs jadi menginspirasi buat yg bernasib serupa..
    Kita tdk pernah tau tulisan mn yg akan menjadi amal jariyah kelak..
    *peluk hangat buat bunda dila.. Strong selalu ya mak.. 😘

    www.shezahome.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peluuuuk mb Winda sayang juga 😘😘

      Delete
  6. Alhamdulillah Allah masih sayang dan menunjukan jalan yang baik ya mba... pengalaman & pelajaran hidup yang pernah terjadi insha Allah bisa diambil hikmahnya untuk masa depan yg lebih baik :)

    ReplyDelete
  7. blogwalking dan sampai ke blog ibu Dila, ya Allah merinding saya bacanya. Allah masih sayang banget sama mba, dengan segala ujian itu mba makin kuat sampai sekarang. Ah, salut. Kalau saya di posisi itu, entahlah. keep writing mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Allah menyelamatkan saya. Itu yang sangat saya syukuri, Mb 😇😇

      Delete
  8. Peluk mama Dila...
    Baru pertama kesini dan suka sama tulisannya... Allah itu Maha Baik ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Allah baik banget. Makasih kunjungannya Mb 😘

      Delete
  9. Serius pengalaman pribadi...? Ya ampun..

    Klo sedih, pernah juga. Ditinggal pacar pas lagi sayang-sayangnya..ha..ha. Alay jaman kuliah. Tapi paling nangis2 doang, trus dengerin lagunya PADI..lagu naff.. Chrisye.. Nggak sampe seekstrem itu.

    Untung sekarang hidup dah kembali normal kan yaa. Ada si mpus2 kesayangan juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciyus, mb . Sempet mikir juga siy. Kok dulu se ekstrem itu ... Hahaha

      Tapi emang harus melewati periode itu, biar jadi seperti sekarang *sambil nunjukin otot hasil nyapu ngepel* :p

      Delete
  10. Sedih baca ini :(
    Tapi mungkin itulah proses kehidupan yg harus dihadapi dan dijalani supaya menjadi orang yg lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  11. akhirnya bisa komen pake name/url. enak gt kak... bantu banget buat bw bw... hehehe...


    btw untuk bunuh diri... keknya kebanyakan orang pernah mengalami masa sulit dan ingin mengakhiri hidup.. aku pun pernah.. tapi itu dulu.. waktu masih SD.... pas makin dewasa aku malah mikir, kalo bunuh diri, aku kalah dongggss? so sampe skr aku survive untuk ngasih tahu kalo aku baik2 aja.... baik2 aja menghadapi kehidupan yang fana ini. blaah. wkwkwkwk

    ReplyDelete
  12. Mbak Dilaaa..semangat yaa..hebat terlewatii semuanyaa.. Keep struggle!!! You're awesome *kisssses*

    ReplyDelete
  13. *peluk mba dila*.. setiapnorang pasti memiliki masa kelam mba. Dan justru hal itulah yg membuat di mjd pribadi yg jauh lbh baik. Akupun pernah mengalami masa2 kelam mba. Merokok, kelayapan malam2, gonta ganti pacar. Tp ya itu semua membuat aku seperi skrg ini. Meski masih jauh dr sempurna, tp bnyk pelajaran yg aku dapat dari masa2 itu.

    ReplyDelete