Kampung Ketupat di Banjarmasin itu Bernama Sungai Baru

by - August 30, 2017

Kampung Ketupat Banjar 

Yeeey, dua hari lagi Idul Adha. Udah ngerencanain masak apa niy ? Opor ? Rendang ? Pasti butuh dong yang namanya ketupat atau lontong. Nah, hari ini saya mau cerita tentang sebuah kampung di Banjarmasin yang terkenal dengan julukan Kampung Ketupat

Berhubung selama hampir 4 tahun tinggal di Banjarmasin, saya gak punya foto yang cukup tentang Kampung Ketupat ini. Sabtu lalu saya minta tolong seorang blogger dari Banjarmasin yang kecil mungil unyu-unyu. Namanya mbak Shovya yang punya blog Little Deer's Blog ( diklik ya ) buat ambil gambar disana. Alhamdulillah, kemarin foto-foto itu udah dikirim ke saya. Jadilah hari ini saya bisa buat postingan ini dengan gambar dari mbak Shovya


Banjarmasin, ibukota dari Kalimantan Selatan ini terkenal dengan kuliner khasnya yaitu Soto Banjar. Hampir setiap sudut kota ini bisa dijumpai penjual soto yang lezat ini. Soto Banjar mempunyai kekhasan selain dari rasanya yang memang lezat, dalam setiap penyajiaannya pasti selalu didampingi dengan ketupat. Karena tingginya permintaan ketupat disana, jadilah terdapat sebuah kampung yang terkenal sebagai sentra industri ketupat. Kampung itu bernama Sungai Baru yang lebih terkenal sebagai Kampung Ketupat

Kampung Ketupat Sungai Baru di Banjarmasin ini letaknya persis disamping Sungai Martapura yang melintasi tengah kota Banjarmasin. Terletak antara Jalan A Yani Pal 1 ( Pal 1 begitu orang Banjar menyebut km 1 ) dan jalan Kolonel Sugiyono. Tak perlu masuk terlalu jauh, deretan ketupat sudah terlihat disana




Aktifitas warga Kampung Baru Banjarmasin dalam membuat ketupat sudah tampak dari saat kita menjejakkan kaki disana. Mulai dari menganyam, mengisi beras, memasak atau menggantungkan ketupat baik yang sudah matang atau masih berupa bungkus

Bila ketupat di daerah lain banyak dijual menjelang perayaan Idul Fitri atau Idul Adha, di Banjarmasin kita tak perlu bingung mencari ketupat. Di Kampung Ketupat Sungai Baru inilah tempatnya. Mau beli pagi bisa, siang bisa atau bahkan malam pun ketupat di Kampung Sungai Baru selalu tersedia

Ketupat buatan Kampung Sungai baru ini mempunyai bentuk yang khas yaitu berwarna kuning di dalamnya dan besarnya yang bisa sampai setelapak lelaki dewasa



Dengan kulit daun nipah sebagai pembungkusnya. Ketupat matang di Kampung Sungai Baru Banjarmasin ini dijual dengan harga antara 3000- 4000 rupiah per biji. Meski julukannya sebagai Kampung Ketupat, kampung ini juga menyediakan lontong yang dijual dengan harga 2500 per biji

Saat mendekati hari raya seperti ini, para penjual tak hanya menjual ketupat atau lontong di depan rumahnya saja. Banyak penjual yang menjualnya di pinggir jalan A Yani Pal 1. Tentunya dengan harga yang berbeda dari hari biasa. Ketupat menjadi 4500-5000 per biji dan lontong bisa sampai 3500 per biji

Tak hanya menyediakan ketupat biasa, di Kampung Baru Banjarmasin ini para penjual juga menyediakan ketupat dalam bentuk lain. Seperti ketupat burung ( yang biasa disajikan untuk acara pernikahan ), ketupat sorban ( untuk menyambut orang yang pulang dari ibadah haji ) dan juga ketupat Rasul ( ketupat yang biasa digunakan dalam tradisi Baayun Maulid  atau sedang membangun rumah )



Tradisi Baayun Maulid ( sumber gambar : Visit Kalsel

Peminat ketupat yang makin tinggi ini, membuat banyak pendatang juga tertarik menjadi penjual ketupat. Sekarang tak hanya orang Banjar saja yang menggeluti industri itu saja. Pendatang dari Jawa dan Madura juga sudah mulai mengais rejeki dari ketupat ini

Cerita saya kali ini sudah dulu ya. Jumpa lagi di postingan berikutnya .... Terima kasih 

You May Also Like

15 comments

  1. Yuuk ke Banjarmasin lagi.. kita shopping ketupat 😂 nanti aku jadi guide nya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneraaaan? Okeh ntar aku dianterin ke tempat kekiniannya Banjarmasin ya. Biar kagak kudet hihihi

      Delete
  2. Unik ya mba.. Kampungnya. Klo di sini yang identik dengan ketupat idul fitri aja. Selebihnya ketupat buat "teman" bbrp makanan khas,seperti kupat tahu, lotek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi gak repot kalo sewaktu-waktu mau bikin masakan pake ketupat apa lontong Mb

      Delete
  3. Itu memang banyak yang jualan ketupat dan habis juga ya?

    Btw aku jadi ingat nenekku dulu suka banget bikin ketupat. Ada yang berbentuk burung juga. Padahal yang bentuk biasa aja aku nggak bisa. Aku sih mending nunggu kiriman dari kerabat, lengkap dengan sayur santannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, habis Mb. Kan disana banyak kuliner pakai ketupat atau lontong

      Soal yang gak bisa buat ketupat samaan kita. Gak pandai ... Hihihi

      Delete
  4. pas banget lagi masak ketupat buat besok baca artikel ini. ternyata banyak jenis ketupat

    ReplyDelete
  5. Aku mau nyate aja nih, Bu, dihari idul adha ini..he

    Coba kalau aku kesini pasti seneng, secara suka banget sama kupat..he
    Baru tahu bener kalau ada kampung ketupat di Banjarmasin..
    Unik-unik bentuknya ya, Bu,,, he

    ReplyDelete
  6. Suamiku biasanya rajut janur jadi ketupat, mba. Kalau aku nggak bisa bikin. Hahhaa. Mmh Idul Adha ini aku bikin ketupat. Yuk main ke rumah. Eh. Hahhaa

    ReplyDelete
  7. di situbondo kalo lebaran idul adha gak ada ketupat. ketupat adanya pas lebaran ketupat (seminggu setelah lebaran idul fitri) wkwkwkw


    btw ini komen di blognya ga ada pilihan name dan url ya kakak?

    ReplyDelete
  8. Aku orang Banjarmasin tapi kok ga pernah beli ketupat disini? Huahhaha.. Perlu dipertanyakan ini.. 😂
    Biasa modal beli dipasar depan aja soalnya kalo bikin lumayan lamaaa..
    Nice content bunda dila.. Bikin aku pengen deh sesekali jalan kesana.. 😊😊

    ReplyDelete

  9. Sudut-sudut jalannya tampak tertib, udah bisa diabayangkan kampung ketupat ini kian meriah menjelang idul fitri

    ReplyDelete
  10. wah, aku jd ingin liat bentuk ketupat sorban, burung dan ketupat Rasul...

    ReplyDelete