Berkelana di Azerbaijan dengan Novel Janji di Tepi Laut Kaspia

by - Desember 07, 2017

Novel " Janji di Tepi Laut Kaspia " karya Dewi Sumardi 

Assalamu'alaykum, teman semua

Gak terasa sudah seminggu ini, saya gak menulis di blog. Bawaannya malas aja. Mungkin masih terbawa aura liburan panjang akhir pekan lalu atau karena banjir yang sempat datang di komplek. Dan Alhamdulillah, hari ini mood menulis kembali muncul *Ganbatte*

Tulisan kali ini sangat spesial sekali buat saya. Kenapa ? Karena baru kali ini saya menulis review sebuah novel. Dan penulis novel yang akan saya review ini adalah tante saya sendiri. Yang bernama Erna Riyana Dewi, dengan nama pena Dewi Sumardi

Sungguh tantangan tersendiri buat saya saat Tante saya meminta review novelnya. Bukan saja karena ini pertama kalinya saya menulis review. Tapi lebih karena saya sudah lama tidak membaca novel. Yah, semenjak si kecil yang sekarang sudah berumur 6 tahun ini lahir. Saya jarang sekali membaca novel, kesibukan domestik rumah tangga membuat saya lupa akan novel. Padahal saya dulu suka sekali membaca novel

Dan taraaaaa... Novel " Janji di Tepi Laut Kaspia " pun datang diantar kurir ke rumah

Saya pun langsung menghubungi Tante, mengabarkan kalau novelnya sudah sampai. Dan meminta Tante untuk sabar menunggu saya bisa membaca novel itu

Novel setebal 275 halaman ini bisa saya lahap kurang dari 2,5 jam. Seperti "bangun dari tidur panjang" dari hobi lama saya 

Eh gak sampai 2,5 jam dari saya mengabarkan bahwa novel karya Tante sudah datang. Novel " Janji di Tepi Laut Kaspia " karya Dewi Sumardi atau Tante saya itupun selesai saya lahap habis, karena ternyata jalan ceritanya bikin saya penasaran untuk terus membaca hingga selesai

Rupanya saya masih mampu melahap novel dengan cepat seperti dulu lagi. Yess ... Hahaha *bangga* 😎😎


- Janji di Tepi Laut Kaspia  -

Novel karya Dewi Sumardi ini mempunyai alur cerita yang sederhana. Tidak bertele-tele. Bercerita dengan kalimat yang sederhana namun mampu melambungkan imajinasi dan emosi pembacanya seperti saya

Berlatar belakang di negara Azerbaijan,  yang merupakan pecahan Uni Soviet. Damar seorang pria Jawa kelahiran Semarang, adalah tokoh sentral dari novel " Janji di Tepi Laut Kaspia "

Damar, lelaki mapan yang bekerja di perusahaan minyak internasional. Ganteng, kaya dan tinggal di luar negeri dari satu negara ke negara lainnya. Ternyata tak mampu membuat Damar bisa menemukan cinta sejatinya

Sosok Wulan, gadis manis keturunan Jawa yang telah lama dikenalnya. Tak pernah hilang dari ingatan Damar. Cinta yang telah dipupuk dua insan itu semenjak kecil, selalu melekat pada ingatan Damar dimana pun ia tinggal

Sebuah janji manis pernah mereka ucapkan. Bandung dan Salatiga, menjadi saksi cinta mereka. Berjanji akan setia hingga kapanpun

Hingga sebuah pengkhiatan pun dilakukan oleh Damar. Martina, gadis dari Bandung ini mampu membuat Damar berpaling dari Wulan

Sebuah pemandangan yang sangat menyakitkan disaksikan oleh Wulan, akhirnya memutuskan Wulan untuk mengakhiri hubungan kasihnya dengan Damar

Wulan pergi dari kehidupan Damar, demikian juga dengan Martina

Usia Damar yang makin matang, membuat keluarganya khawatir. Menikah dengan Retnowati, gadis yang tidak dicintainya, akhirnya harus dijalani Damar. Dua orang anak yang lucu pun hadir, dari pernikahan hasil perjodohan antara orangtuanya dengan orangtua Retnowati

Namun hati tak bisa berbohong, Damar masih mencintai Wulan. Meski telah jauh dari Indonesia, pikiran dan hati Damar tetap pada Wulan

Melalui pencarian panjang, akhirnya Damar pun menemukan Wulan yang telah tinggal di Palembang dari sebuah sosial media. Hati Damar pun berdetak lagi

Demi sebuah cinta di masa lalu, Damar pun terbang dari Azerbaijan nun jauh disana  menuju ke Palembang di Indonesia. Membohongi istri yang tak dicintainya, demi bertemu cinta dari masa lalunya yang tak pernah padam

Wulan tetaplah Wulan yang dahulu, itu yang dirasakan Damar saat ia berjumpa dengan wanita cantik itu

Bagaimana dengan Retnowati yang ada di Azerbaijan ? Apakah pertemuan Damar dengan Wulan akan menumbuhkan cinta mereka kembali ?

Kisah selengkapnya bisa dibaca langsung di novel " Janji di Tepi Laut Kaspia " , teman ...

- Berkelana di Azerbaijan-

Novel setebal 275 halaman ini, tak hanya menyajikan cerita menarik. Namun mampu membuat pembacanya seperti berada di Azerbaijan

Bagi orang Indonesia, negara pecahan Uni Soviet ini sangat jarang terdengar.  Mungkin karena letaknya yang jauh,  diantara persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Padahal negara di tepi Laut Kaspia dan Pegunungan Kaukasus ini adalah sebuah negara yang kaya minyak dan mempunyai pemandangan indah

Pengalaman tinggal di kota Baku, ibukota Azerbaijan selama hampir 4 tahun membuat penulis novel " Janji di Tepi Laut Kaspia " ini mampu menggambarkan Azerbaijan secara sempurna. Biarpun belum pernah pergi ke Azerbaijan, melalui novel ini saya mampu membayangkan keindahan, makanan serta budaya negara di Eropa ini

Seperti mudik saat perayaan Novrus ( tradisi masyarakat Azerbaijan menyambut datangnya musim semi ) yang meriah itu. Makanan Azerbaijan seperti Pakhlava, Shekerbura atau Kebab. Bahkan kebiasaan orang Azerbaijan yang suka mengulum gula saat menyeruput teh manis 

Melalui tulisan fiksinya, Dewi Sumardi bisa menghadirkan keindahan Azerbaijan. Pembaca pun seperti melihat keindahan negara itu meski tanpa gambar. Seperti makam indah Heydar Aliyev, sang mantan Presiden Azerbaijan, yang selalu menjadi destinasi wajib saat berwisata ke Azerbaijan. Atau keindahan kota tua Inner City yang di dalamnya terdapat istana Shirvanshah ( sebuah dinasti yang pernah ada di Azerbaijan ) dan Maiden Tower, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia. Dan moderennya kota Baku ( ibukota Azerbaijan ) yang selalu terang benderang saat malam hari. Keindahan lampu warna-warni memenuhi Flame Tower yang membentuk formasi seperti bendera Azerbaijan, serta bangunan megah lainnya disana

Sejarah perjuangan Azerbaijan melepaskan diri dari kekuasaan Uni Soviet hingga muncul peristiwa Black January atau Qara Yanvar pun dihadirkan dalam novel " Janji di Tepi Laut Kaspia " ini


***

Buat kalian yang berencana pergi ke Azerbaijan, novel ini bisa menjadi referensi kalian dalam mencari informasi tentang Azerbaijan. Karena cukup lengkap untuk menggambarkan Azerbaijan meski disajikan dalam bentuk fiksi

" Janji di Tepi Laut Kaspia " juga merupakan bukti bahwa Azerbaijan adalah negara yang sangat indah. Dan harus masuk wishlist kunjungan wisata selain ke Turki
* sambil berdoa dalam hati, semoga saya juga bisa ke Azerbaijan dan Turki... Aamiin * 😇😇 

Novel ini pun cocok untuk Ibu Rumah Tangga, karena memiliki pilihan kata yang sederhana dan mudah dimengerti. Sosok Damar mampu membuat kaum wanita yang membaca novel ini menjadi geregetan dan menangis, karena merasakan cinta Damar pada wanitanya. Dan belajar tentang kesabaran serta kebesaran hati perempuan dari seorang Retnowati, saat menghadapi suaminya yang bernama Damar  

Sudah dulu ya, review " Janji di Tepi Laut Kaspia " karya Dewi Sumardi ini. Untuk yang tertarik membeli novel ini, bisa kalian dapatkan di Gramedia atau Toga Mas

Atau bisa juga langsung menghubungi penulisnya langsung di
Facebook " Erna Riyana Dewi " , atau
Instagram  " @ErnaRiyawi

Jumpa lagi dengan postingan saya berikutnya ya ... Dah  😘😘😘









You May Also Like

21 komentar

  1. Klo balik ke Wulan..kasian istri n anak2 Damar. Mereka yang akan jadi korban kan?

    Tapi 1st love mmng susah dilupain. Klo endingnya nggak sesuai harapan..yang dibutuhkan cuma kedewasaan.

    Aduh, penasaran..endingnya gimana? Penasaran aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penasaran, itulah yang bikin aku terus baca sampai kelar langsung... Hahaha

      Novelnya ada di Gramedia terdekat loh *promosi* 😉

      Hapus
  2. Judu novelnya saja sudah menggoda saya...apalagi jalan cerita yang complicated begitu :)
    Hhmm..Azerbaijan, semoga kesampaian bisa ke sana kita ya Mbak Dila..Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Complicated memang, Mbak Dian. Hanya seorang wanita berjiwa besar yang sanggup menjalani pernikahan seperti itu

      Hapus
  3. Damar tega banget udah punya anak 2 nggak cinta juga? Ah, buat saya itu keterlaluan *jadi ngomel sendiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Retnowati memang sosok wanita langka dan itu juga bisa kita jumpai di dunia nyata, Mbak Muyass

      Di luar banyak wanita hebat dengan kebesaran jiwa luar biasa

      Hapus
  4. Waahh tantenya penulis, kereen.
    Negara Azerbaijan terus terang saya baru tahu negara ini saat ada bbrp tmn blogger yang diundang oleh dubesnya bbrp waktu lalu.
    Katanya juga bagus untuk dikunjungi.
    Btw tengkyu info bukunya mbak, moga sukses bukunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang negara ini buat orang Indonesia, kurang dikenal Mbak April. Karena emang jauh juga. Iya, kemarin aku sempat lihat juga di postingan blogger lain pas diundang sama dubes Azerbaijan. Sepertinya untuk lebih mengenalkan negaranya ke Indonesia

      Makasih, buat doanya Mbak April

      Hapus
  5. Aku "mengenal" negara ini dari kartu pos. Keinget, dikirim kartu pos oleh salah satu mahasiswa di sana. Suka banget. Jadi penasaran juga mau main ke sana. Negara yang jarang didengar tapi menyimpan keindahan yang warbiyasak.

    Cek novelnya di goodreads aaah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga mengenal negara ini karena Tante ikut suaminya yang diplomat saat tugas disana, Bang. Beberapa kali dapat souvenir, termasuk lihat foto Tante disana. Cantik memang tapi mungkin belum dapat kliknya. Termasuk pas liat di sosmed. Pas baca novel ini aku baru ngeh ternyata Azerbaijan ternyata menarik banget gak sekadar alamnya. Mungkin karena bisa diceritakan lebih panjang ( novel ) daripada di sosmed kali ya

      Hapus
  6. Wah, keren tantenya Mbak, tembus penerbit besar krn settingnya jarang diangkat penulis Indonesia lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Mbak Anissa. Menulis disela waktu mengurus rumah pun bisa menghasilkan novel

      Hapus
  7. Wa'alaikumsalam..
    Duh jadi penasaran gini mah, Bu. Baca reviewnya aja. Jadi pengen baca bukunya..he

    Asik ya, tantenya udah punya buku. Btw, bisa belajar ya..
    Untuk saat ini belum ada jadwal sekaligus anggara jajan buku eung..hehe

    Dari covernya bikin penasaran, terlebih lihat kedua gambar orang di cover. Gimana ya, endingnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kita up grade kemampuan menulis kita, Mas Andi. Supaya bisa menjadi buku dan bisa menginspirasi banyak orang

      Hapus
  8. Jadi penasaran sama novelnya, judulnya juga keren "Janji di Tepi Laut Kaspia", jujur bikin penasaran sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasa penasaran akan terjawab dengan membaca bukunya, Mas *sambil promosi* 😄😄

      Hapus
  9. Reviewnya bikin aku penasaran sama novelnya. Aih... endingnya gimana? Kayaknya menarik, bukan saja tentang alur cerita tapi juga latarnya.
    Semoga mba kesampaian main-main ke Azerbaijan dan Turki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Mbak Nur. Mudah-mudahan Allah kasih rejeki main ke Turki sama Azerbaijan... Aamiin

      Hapus
  10. Ntr aku cari di gramed bukunya. Azerbaizannya sendiri itu pernah aku mau datangin, tp ga jd krn malah dtg ke destinasi lain. Bgs memang kotanya. Abang ipar yg malah akhirnya ksana dan cerita tempat2 di situ.. Jd pgn dtg deh next traveling

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo direncanain jadi next honeymoon sama suami, Mbak Fanny

      Hapus
  11. Kalau baca separuh cerita gini jadi penasaran dan pengen melanjutkan ceritanya sendiri. Kira2 endingnya gimana zaaa 😯😯

    BalasHapus