Parnab, Memulung Sisa Nasi dan Sayur di Tempat Sampah, Sebuah Pemandangan Unik di Medan

by - November 24, 2017

Parnab / Parnasi Babi sedang mengambil sisa nasi dan sayur ( sumber gambar : Sumatera Link, diedit dengan Snapseed dan Font dari Cymera ) 

Hai,  temans. Kali ini saya mau cerita tentang pemandangan unik yang hampir selalu saya temui di  depan rumah. Kenapa saya bilang unik ? Karena baru di Medan ini, saya menemui pemandangan seperti itu

***

Hampir tiap pagi, plastik sampah di depan rumah saya dibuka oleh orang. Tidak hanya 1 orang saja yang melakukannya. Tetapi ada beberapa orang, secara bergantian. Kadang Ibu A yang datang hari ini. Besoknya Opung B yang datang. Kalau tidak salah ada 4 orang yang suka membuka tempat sampah saya

Awalnya saya tidak memperhatikan apa yang mereka ambil. Lama-lama saya perhatikan, barang bekas seperti botol atau kaleng masih ada di tempat sampah. Lalu apa yang diambil ya, pikir saya

Tas kresek isi sampah saya yang dibuka oleh mereka, sempat bikin saya penasaran. Oleh tetangga, saya diberi tahu bahwa orang tersebut bukan memulung barang bekas. Tetapi mencari sisa nasi dan sayur

Kenapa memulung sisa nasi dan sayur busuk ? Bukankah lebih menguntungkan mengambil barang bekas seperti botol dan kaleng

Ternyata orang-orang tersebut memulung sisa nasi dan sayur untuk makan ternak babi mereka. Biasanya mereka disebut Parnab ( Parnasi Babi ) atau ada juga yang menyebut Pencari Nasi Babi 

*** 

Di Medan, terutama daerah pinggiran mudah ditemui peternak babi. Mereka tinggal di kampung, yang mempunyai lahan cukup luas.

Kemarin saya sempat ngobrol dengan salah seorang Opung yang biasa memulung di kompleks. Dari pembicaraan itu, saya tahu bahwa selain sisa nasi dan sayur itu dipakai untuk campuran makanan babinya. Sisa nasi dan sayur itu dicampur dengan dedak. Atau bisa juga dicampur dengan potongan kangkung, keladi atau batang pisang yang telah dicincang

Tujuan peternak babi, mencampur sisa nasi dan sayur dengan dedak adalah untuk menghemat biaya pakan ternaknya

Opung itu sendiri di rumahnya memiliki 7 ekor babi. Untuk harga jualnya, per kilo daging babi dijual dengan harga 30 ribu

Nasi yang diambil Opung di tempat sampah kompleks

Sebenarnya kemarin saya meminta ijin Opung itu mengambil gambarnya. Tapi perempuan berusia sekitar 60 tahun itu, tidak mengijinkan diambil gambarnya. Alasannya, malu dengan saudaranya yang merantau di Jawa

" Jangan sampai saudaraku disana tahu aku ini orang susah" itu katanya

***

Pemandangan orang mengambil sisa nasi dan sayur di tempat sampah, juga mudah ditemui di pasar. Dimana ada tumpukan sayur busuk yang dibuang, pasti ada orang yang akan mengambilnya

Atau tumpukan sampah yang dibuang di jalan raya. Sisa nasi itu diambil siang atau malam hari. Dan tak sedikit Parnab ini menggunakan kendaraan yang sudah dimodifikasi menjadi seperti gerobak motor. Dan kendaraan itu digunakan untuk mengangkut barang

Parnab menggunakan gerobak motor untuk berkeliling mencari sisa nasi dan sayur ( sumber gambar : ICW Investigasi )

Tong bekas tempat cat biasanya menjadi tempat mereka menyimpan sisa nasi dan sayur yang diambilnya itu

Beberapa Parnab memilih untuk mengambil sisa nasi dan sayur saja. Tetapi ada yang selain mencari sisa nasi dan sayur, mereka juga mengumpulkan barang bekas. Atau BOTOT ( dibaca : butut ) demikian orang Medan menyebutnya

Sekali dayung, satu dua pulau terlampaui

Biarpun apa yang dilakukan Parnab ini terlihat jorok, namun tak jarang dari mereka mempunyai anak-anak yang sukses di perantauan  

Udah dulu ya, cerita tentang Parnab di Medan ini. Tunggu cerita menarik lainnya yang akan saya bagi disini   😊😊








You May Also Like

9 komentar

  1. oh singkatan pencari nasi babi unik y mb di Medan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Medan memang penuh keunikan, Mb Herva 😄😄

      Hapus
  2. Wooooow saya baru tau Mbak Dila.. Bermanfaat yaa kalo langsung dipisahin, ga perlu diobok-obok hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kadang akunya yang lupa. Kadang dipisahin kadang enggak. Tapi seringnya kalau abis motong sayur, langsung plastik sendiri

      Hapus
  3. eh.. jadi inget temenku yang cerita pas dia tinggal di bali. ketemu sama pemulung barang bekas juga.. dan sudah sukses... bahkan anak2nya ada yang jadi dokter.. dan pekerjaann hebat lain.... kalah mah yang PNS... rumahnya gede juga katanya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa ya, Uwan. Pasti perjuangan mereka gak mudah sampai bisa sukses begitu

      Hapus
  4. Wooww.. baru tau saya kalau ada profesi seperti ini :O unik ya mba, aku kira makanan sisa nya buat apa.. ternyata.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unik kan, ada yang ambil sisa makanan di tempat sampah buat hewan ternaknya

      Hapus
  5. Baru tau ternyata ada budaya memulung makanan untuk hewan ternak. Biasanya makanan sisa dibiarkan hingga membusuk

    BalasHapus