Cerita Menghadiri Pernikahan Berbagai Kota

by - November 09, 2017

Sumber gambar : Pixabay

Timeline di sosmed Rabu kemarin diwarnai dengan #JokowiMantu, bikin saya pengen cerita tentang pernikahan di kota-kota yang saya tinggali

Yang akan saya ceritakan adalah saat saya menghadiri sebuah resepsi pernikahan. Apa hidangannya, kapan waktu penyelenggaraannya, berapa kali pengantin berganti kostum hingga saat bersalaman dengan pengantin

Untuk rangkaian adat, saya gak akan cerita disini ya. Ntar bisa tambah panjang aja tulisan saya ini.  Ini aja saya yakin bakal panjang ... Hihi

***

Gimana serunya saya menghadiri resepsi pernikahan di kota-kota ini,  check it out :

1. Semarang


Sumber gambar : Oknusantara.com
Kota kelahiran saya. Pernikahan di Semarang biasa diadakan di rumah atau gedung. Hari Sabtu atau Minggu biasa jadi pilihan utama para pengantin untuk menggelar acara resepsi. Di Semarang, pernikahan di rumah biasa diadakan sekitar jam 11.00 - 13.00 atau jam 12.00 - 14.00

Untuk acara di gedung jika acara diadakan pada siang hari, jamnya sama dengan di rumah. Atau bisa juga diadakan jam 19.00-21.00

Hidangan ? Di Semarang tidak ada hidangan khas menurut saya. Hidangannya bersifat nasional. Bisa dari masakan Jawa seperti tengkleng. Atau masakan dari daerah lain seperti empek-empek kadang juga ada. Sate ayam Madura, soto ayam, sup, ayam goreng, bistik lidah, salad buah dan lain - lain. Tergantung selera pengantin

Jika pihak pengantin mempunyai dana lebih, terkadang mereka menghidangkan menu internasional

Untuk bersalaman, para undangan  sebelum makan wajib bersalaman dahulu dengan pengantin. Maka tak heran jika jumlah undangannya banyak, bisa memakan waktu 1 jam untuk antri salaman

Bulan Muharram atau Suro menurut orang Jawa, bukan pilihan kebanyakan pengantin di Semarang dalam menyelenggarakan pernikahan

2. Kediri

Sumber gambar : Pinterest
Kota yang terletak di selatan pulau Jawa ini, memiliki kedekatan budaya dengan Jawa Tengah bagian selatan seperti Solo. Tak heran jika pernikahan di Kediri pun, hampir mirip dengan di Jawa Tengah. Baik pilihan menu ( kecuali rawon yang hampir ada di setiap menu resepsi pernikahan Kediri ), jam resepsi atau kapan saat bersalaman dengan pengantin

Karena Kediri termasuk kota kecil, resepsi yang diadakan di desa biasanya lebih panjang waktu resepsinya. Bisa sampai malam

Bulan Muharram atau Suro tidak banyak dipilih untuk mengadakan hajatan pernikahan

3. Banjarmasin

Sumber gambar : Pinterest

Ibukota Kalimantan Selatan, kota inilah yang pertama kali membuka mata saya tentang betapa kayanya budaya di Indonesia

Rangkaian pernikahan di Banjarmasin, biasanya mempunyai hari akad nikah dan resepsi yang berbeda. Dengan selang waktu seminggu hingga sebulan biasanya

Menu khas Banjar biasa ditemui di resepsi pernikahan. Seperti ayam bumbu habang ( bumbu habang adalah sambal dari cabe merah kering ), soto Banjar, karih ayam atau daging dan yang paling saya sukai acar khas Banjar

Acar di Banjar sangat khas sekali. Terbuat dari kol dan wortel yang diiris tipis ditambah bawang merah dan cabe rawit. Rasanya maknyuss

Resepsi di Banjarmasin biasanya diselenggarakan hari Sabtu atau Minggu. Antara jam 9.00 - 14.00. Waktu yang lumayan panjang itu diperlukan, karena rata-rata pengantin di Banjarmasin berganti kostum pernikahan 2-3 kali saat resepsi. Ada baju adat dan gaun internasional berwarna putih

Acara resepsi malam, biasanya diadakan di hotel. Itu jika memiliki dana lebih

Di pelaminan, pengantin Banjarmasin juga biasanya terdapat kue tart bertingkat. Yang nantinya akan dipotong oleh mempelai

Saat bersalaman dengan pengantin, biasanya setelah tamu makan dan akan pulang

4. Samarinda

Kota yang merupakan ibukota dari Kalimantan Timur ini, adalah kota dengan banyak suku yang tinggal di dalamnya. Salah satu yang terbanyak adalah suku Banjar. Tak heran jika pernikahan di Samarinda boleh dibilang serupa dengan di Banjarmasin. Hidangannya, bajunya dan lain-lain

Untuk pendatang dari  Jawa hidangannya pun bernuansa Banjar. Bedanya adalah jika yang menikah orang Jawa, baju adat dan rangkaian adatnya tetap bernuansa Jawa

Sedangkan pernikahan dari suku Bugis yang juga cukup banyak jumlah penduduknya di Samarinda, saya tidak bisa cerita. Karena belum pernah dapat undangan saat saya disana

5. Pekanbaru 

Baju pengantin Melayu ( sumber gambar : PoetraFoto.com )

Ibukota propinsi Riau ini, kebanyakan penduduknya adalah Melayu dan pendatang dari Minang. Tak heran jika pernikahan disana, rata - rata hidangannya adalah  masakan Melayu dan Minang. Seperti gulai nangka atau gulai daun ubi plus ikan salai, gulai kambing, rendang, urap, sate Padang, ayam Pop, salai ikan cabai hijau dan ayam semur.

Pengantin Minang ( sumber gambar : Wikipedia )
Di Pekanbaru, hidangan pernikahan  seperti roti jala yang disiram kuah manis ( terbuat dari durian, santan dan gula merah )  atau kuah kari ayam dan es air mata pengantin ( terbuat dari serutan timun, biji selasih dan diberi sirup ) juga gak boleh tertinggal

Pernikahan di Pekanbaru biasanya diadakan dari jam 12.00 hingga Maghrib

Untuk orang Jawa disana, yang berbeda hanya pada rangkaian adat dan bajunya. Hidangan sudah seperti Melayu dan Minang

Ketan kuning diletakkan di pelaminan juga tidak boleh tertinggal. Setelah makan, para tamu baru bersalaman dengan pengantin sekaligus pamit pulang

Berganti kostum dari baju adat menjadi gaun putih atau yang biasa disebut Selayar, juga biasa dilakukan di Pekanbaru saat resepsi

6. Jakarta

Sebagai ibukota negara dan penduduknya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di Jakarta berbagai macam pernikahan bisa kita jumpai

Keberagamannya membuat tidak ada yang paling khas saat pernikahan di Jakarta. Jika pengantin dari Sunda, maka akan ada karedok. Jika pengantin dari Jawa, biasanya ada tengkleng. Dan masih banyak lagi

Penyelenggaran resepsi pun biasanya 2 jam saja, seperti di Semarang. Mengingat gedung pernikahan di Jakarta biasanya dalam 1 hari bisa dipakai 2 kali pernikahan. Apalagi saat tanggal cantik

Pengantin Betawi ( sumber gambar : Deniek G. Sukarya )
Pada pernikahan Betawi sebagai penduduk asli Jakarta, agak lebih berbeda. Jika diselenggarakan di pinggiran Jakarta yang masih bernuansa khas perkampungan Betawi dengan halaman yang luas dan pohon rindang

Jam acara resepsi lebih panjang, bisa sampai Maghrib. Hiburan khas Betawi juga meramaikan suasana. Dengan hidangan khas Betawi seperti soto Betawi, semur jengkol atau kadang ada juga kerak telor

7. Medan

Ibukota Sumatera Utara ini cukup spesial buat saya saat menghadiri resepsi pernikahan

Ada 2 jenis resepsi pernikahan di Medan menurut saya. Pernikahan suku Batak beragama Kristen / Katolik dan pernikahan Muslim ( dari semua suku yang ada di Medan )

Pernikahan Batak beragama Kristen atau Katolik

Pada pernikahan ini, hidangan yang disajikan adalah masakan khas Batak . Seperti babi rebus yang akan dibagi ke para undangan dan ikan arsik yang khusus diberikan kepada pengantin

Para tamu akan duduk bersama di meja dan makan bersama sembari MC membagi babi rebus dengan memanggil masing-masing marga

Acara biasanya diadakan di gedung pertemuan pada hari Sabtu siang. Hari Minggu bukan pilihan untuk menyelenggarakan acara pernikahan karena pada hari itu ada ibadah di gereja

Suasana pernikahan Batak Kristen atau Katolik ( sumber gambar: Mamak Turheni Sinurat )

Lalu bagaimana dengan tamu beragama Muslim ?

Jangan khawatir, untuk tamu beragama Islam disediakan areal khusus untuk duduk yang terletak di lantai 2 gedung pertemuan

Saat saya menghadiri pernikahan tetangga sebelah rumah. Nasi kotak berwarna pink saya ambil sebelumnya di lantai 2 gedung pertemuan, yang memang dikhususkan untuk tamu Muslim ( sumber gambar : dokumen pribadi )

Hidangan juga gak perlu dikhawatirkan, untuk tamu beragama Islam diberikan nasi kotak yang khusus dipesan di rumah makan Minang

Jadi terjamin kehalalannya kan. Bisa dimakan di tempat atau dibawa pulang

Pernikahan Muslim

Di Medan yang merupakan kota dengan banyak suku, pernikahan diselenggarakan tergantung asal suku pengantin. Untuk acara adat dan baju masih mengikuti asal daerahnya

Tapi soal hidangan rata-rata di Medan masakannya hampir sama. Ada rendang, sambal kentang, sup ( yang rasa mericanya cukup kuat ), ayam semur dan daging dendeng. Ada juga sate Padang dan roti jala kuah kari

Waktu pernikahan biasanya Sabtu atau Minggu dari jam 12.00 hingga Maghrib. Tamu biasanya menyukai datang diatas jam 14.00 atau setelah Ashar

Di Medan, pengantin juga berganti kostum saat acara resepsi. Misal dari baju adat Jawa menjadi Melayu

Bersalaman pun di Medan dilakukan setelah selesai makan

Selain 2 pernikahan di atas, di Medan juga ada pernikahan ala India Tamil dan Chinesse

***

Dari berbagai daerah yang pernah saya tinggali itu, beberapa daerah menyebut PERGI KE PESTA saat datang ke resepsi pernikahan. Seperti di Pekanbaru dan Medan 

Di kota-kota itu saya beberapa kali juga pergi ke pernikahan orang Chinesse. Rata-rata siy sama ya. Duduk di meja bundar dengan 8 - 10 hidangan yang akan datang. Resepsi di gedung atau hotel diadakan pada malam hari. Hidangan diambil dari katering yang halal mengingat tamunya juga banyak dari orang Muslim 

***

Udah dulu ya cerita saya tentang pernikahan yang pernah saya datangi di berbagai kota itu. Semoga bisa menambah wawasan teman-teman semua 

Silakan berkomentar yang baik. Pliss jangan SARA  








You May Also Like

8 komentar

  1. Pernah ke pernikahan Batak yang di kampung banget, di pedalaman Brastagi. Jadi di depan, ada petugas pencatat uang amplop. Saya yang antri sama suami jadi kaget setengah mati, disuruh keluarin uang dari amplo, terus ditanya berapa, nama siapa , alamat..

    Beda budaya memang..Sebagai orang Jawa, saya langsung merasa hah, yang bener aja?
    Tapi kita musti menghormati, mungkin ini juga bisa antisipasi adanya amplop kosong. Juga untuk data bagi sang empunya acara...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum pernah ngalamin kejadian kayak gitu, mb. Baru denger malah. Ternyata Indonesia kaya ya

      Hapus
  2. Sepertinya resepsi di Pekanbaru itu emang yang paling lama ya mbak? Aku asal Pekanbaru mbak dan pernah juga di komentarin temenku yang dari Pulau Jawa, "Resepsi di Pekanbaru laa ya, itu ngapain aja?" haha
    sekarang aku baru ngeh, bahwa ternyata kalo di Pulau Jawa itu 2 jam udah paling lama ya. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, mbak. Salam kenal

      Kayaknya Pekanbaru sama Medan hampir sama deh, mb. Malah kata kawan, di Medan kalo bisa pesta itu sampai tengah malam...hihihi

      Tapi saya belum pernah ngalamin siy, mungkin karena di sekitar rumah paling banter Maghrib kelarnya

      Bener, mb. Di Jawa emang bentar kebanyakan. Apalagi klo udah di kotanya

      Hapus
  3. Pas nikah dulu, aku jg di medan. Wkt itu srmpet kaget pas tau kalo di medan pesta nikah itu bisa berjam2, bhkan kalo dirumah katanya bisa 3 hr. Lah suamiku org solo, mertua jg udh tua, ga kuat pasti kalo berjam2 gitu. Akhirnya di sepakati kita hanya sewa gedung 5 jam .

    Trs acara ngundu mantu diadain di jkt deh. Kalo jkt mah semua gedung pasti membatasi 2 jam aja, lbh suka yg bgitu aku, ga capek bgt :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Butuh tenaga lebih juga ya buat pengantinnya Mb. Kelar acara pegel pasti tuh

      Hapus
  4. wah, mbak, banyak banget kota yang sudah dikunjunginya. jadi banyak pengalaman dong yaa. kalau di Banjar kadang-kadang ada juga yang ngadain resepsinya di 2 tempat. tempat istri dan suami. jadi nanti si suami datang ke resepsi istrinya pas siang hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak Ngunduh Mantu berarti ya, mb. Ada resepsi di tempat perempuan dan laki-laki

      Hapus