Lalu Lintas di Medan yang Penuh Kejutan dan Upaya untuk Menjadi Lebih Baik

by - Agustus 14, 2017


sumber gambar : IDPelago


Udah hari Senin aja ya rupanya. Nah, kalo sebelumnya saya udah posting  Bahasa Medan  dan Oleh-oleh Medan. Di postingan kali ini saya akan cerita tentang lalu lintas di Medan yang penuh dengan kejutan

Kenapa saya menulis ini ? Karena dari kota-kota yang saya tinggali sebelumnya, lalu lintas di Medan ini bikin saya mengelus dada. Buat orang Medan yang baca ini, maaf ya

Meski predikat Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia ini, mendapatkan penghargaan sebagai kota metropolitan Tertib Lalu Lintas selama beberapa tahun berturut-turut. Tapi kenyataan yang saya lihat di lapangan sangat berbeda

Ini dia yang bikin lalu lintas di Medan penuh dengan kejutan :

1. Traffic Light atau Lampu Merahnya bikin pengendara menigkatkan kewaspadaan

Apa yang terlintas di pikiran saat berada di traffic light ? Merah berarti berhenti, kuning siap-siap dan hijau jalan dong. Nah di Medan ini, traffic lightnya bikin bisa bikin orang jantungan

Gimana enggak, di saat posisi kita udah hijau yang artinya kita bisa jalan. Tiba-tiba aja ada orang nyelonong dari arah lampu yang dalam posisi merah. Gak cuman satu dua orang aja loh. Mak trunyul, mana ngebut pula. Kejadian kayak gitu banyak dan seringkali

2. Bunyi klaksonnya meriah banget

Kenapa saya bilang di Medan itu bunyi klaksonnya meriah banget. Bukan masalah bunyi telolet atau musik yang aneh-aneh ya

Di Medan ini kayaknya kok gak sah kalau gak membunyikan klakson. Jelas-jelas di traffic light dalam posisi lampu merah pula, bakalan ada tuh yang nglakson. Yang seolah-olah bilang kita menghalangi jalan mereka

Padahal hellow ... itu lampu merah yang jelas-jelas harus berhenti atau yang belok kirinya pun harus ikutan traffic light

3. Helm banyak gak dipakai

Ciyus niy ? Dua ciyus deh kata saya. Di Medan ini banyak banget orang yang gak pake helm. Kenapa saya bilang banyak

Di hampir semua jalan yang seharusnya menggunakan helm. Banyak banget yang gak pakai helm. Mau itu jalan protokol atau jalan kota, ada aja yang gak pakai helm. Bahkan di jalan lintas provinsi, yang lalu lintasnya banyak truk sama bus besar. Kok gak ada takutnya gitu loh

4. Lawan arah itu biasa

Mungkin karena malas jalan agak jauh kali ya, di Medan ini banyak yang suka lawan arah. Dimana-mana ada. Bahkan di jalan satu arah dalam kota

5. Lu yang salah kenapa lu yang marah ?

Aneh kan? Ini aturan tidak tertulis dalam berlalu lintas di Medan. Jelas-jelas dia yang ngelanggar aturan lalu lintas, eh dianya yang marah. Kalo perlu marah sambil teriak + mata melotot. Dan gak jarang kedengaran "kata-kata mutiara"

Disinilah tingkat kesabaran kita diuji dan mulai belajar memaki ... hihihi ( maaf  )

6. Simpang Traffic Light dengan polisi jaga aja yang tertib

Dari semua traffic light di kota Medan, hanya 1 traffic light yang saya bilang paling tertib. Yaitu traffic light depan Merdeka Walk samping Hotel Grand Aston. Soalnya ada pos polisi gede lengkap dengan mobil atau motor penjagaannya disana

Yang lain ? Tertib siy. Kalau ada polisi yang jaga tapinya. Cuma kadang juga ada polisi yang jaga, pelanggar tetap aja dibiarkan

Contoh kecilnya : Di traffic light depan Superindo SM Raja. Banyak tuh yang gak pake helm, ya hanya diliatin sama polisi aja. Padahal itu jalan lintas Sumatera antar provinsi dan ada pos polisi jaga disana loh

7. Rambu lalu lintas bagai hiasan kota

Kalau traffic light di Medan yang dijaga polisi aja baru tertib. Apalagi rambu lalu lintasnya ya? Udah kayak hiasan kota aja. Di tempat yang gak boleh putar balik kayak traffic light. Banyak loh yang putar balik

Bahkan suami Minggu lalu liat sebuah mobil pengen putar balik. " Mending " kalo di traffic light yang jelas ada jalannya. Eh, ini mobil putar baliknya dengan cara memanjat median jalan. Ajaib kan pengendara di Medan ini

8. Semua bisa menjadi pelanggar lalu lintas

Gak perlu jadi anak muda buat ngelanggar lalu lintas di Medan ini. Mau udah kakek nenek pun bisa melanggar lalu lintas di traffic light ngebut pula

Serius niy, di ibukota propinsi Sumatera Utara ini pelanggar lalu lintas itu gak peduli mau darimana asalnya. Umur, jenis kelamin atau apapun itu. Bahkan seperti gak peduli dengan atribut apa yang sedang dipakainya. Yang seharusnya bisa menjadi contoh baik dalam berkendara di jalan

Sama halnya dengan tingkat sosial. Memiliki kendaraan bermotor bagus mewah dan keluaran terbaru, bukan jaminan mempunyai kesadaran berlalu lintas yang tinggi di Medan ini

*****

Biarpun kekacauan berlalu lintas di Medan ini boleh saya bilang parah dibanding kota- kota lain yang pernah saya tinggali. Dan bikin ngelus dada, tetiba suatu sore saya dipertemukan dengan seorang sosok yang inspiratif di kota Medan ini

Di Sabtu sore yang cerah itu, saat saya hendak jalan-jalan. Di jembatan layang Amplas Medan, jalan yang beberapa bulan terakhir ini macetnya luar biasa. Karena sedang dilakukan proyek pengecoran beton. Tiba-tiba sebuah sepeda motor berkali-kali membunyikan klaksonnya. Saya pikir " Iseng amat ni orang. Tau macet malah ngelakson melulu"

Rupanya abang pengemudi online tersebut mengatur lalu lintas yang tengah macet itu. Dengan meminta pengendara roda 4 untuk memberi jalan kepada sebuah ambulans dari Pematang Siantar. Sebuah kota kecil yang berjarak 3 jam perjalanan darat dari Medan


pengemudi ojek online inspiratif
Pengemudi ojek online yang inspiratif ( dokpri )

Ambulans yang dikawal oleh pengemudi ojek online ( dokpri )

Dengan berjalan pelan dan berkali-kali berhenti sambil terus mengingatkan pengendara roda 4 untuk memberi jalan. Abang tersebut terus mengawal ambulans dari depan hingga bisa lepas dari kemacetan jalan.

Sebuah tindakan nyata yang bisa menginspirasi banyak orang supaya lebih baik dalam berlalu lintas dan dapat menyelamatkan jiwa seseorang. Sesuai dengan filosofi Astra sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, yang dalam setiap kiprahnya selalu memberikan manfaat bagi sekitarnya

Dan di ulang tahun ke 60 kali ini, Astra mempunyai tagline "Inspirasi 60 Tahun Astra" dengan menyebarkan inspirasi ke penjuru negeri 
 



Ayo dong mulai merubah diri sendiri dalam berlalu lintas untuk Medan yang lebih baik

Tertiblah dalam mematuhi aturan berlalu lintas. Ikuti aturan traffic light dengan benar. Merah berhenti, kuning siap-siap dan hijau jalan. Gunakan helm di jalan. Rambu lalu lintas bukan sebagai hiasan, tapi wajib untuk dipatuhi. Ada atau pun tidak ada petugas di jalan raya, tetaplah tertib. Petugasnya pun juga harus tegas dan bekerja secara professional

Taat berlalu lintas
Pengendara aman dan selamat sampai tujuan
Pengguna jalan lain senang
Keluarga di rumah pun tenang 


****

Langkah kecil dari diri sendiri yang akan merubah Indonesia di masa yang akan datang. Jadilah inspirasi buat negeri tercinta

Dari Medan saya sampaikan salam
Horas ... Mejuah-juah ... Ahoy 








You May Also Like

12 komentar

  1. Hahaha..iya mah begitu?
    Saya belum pernah ke medan nich..kalo pas kesana semoga bisa meet up sama mbak dila yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ke Medan, mb. Nanti kita meet up trus jalan-jalan menikmati Medan

      Hapus
  2. Aku kira cuma jakarta aja mba yg lalu lintasnya semraut. Butuh kesadaran dari diri masing2 sih ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Medan juga lumayan buat melatih kesabaran saat di jalan, Mb. Tingkat kesadaran berkendaranya masih perlu ditingkatkan

      Hapus
  3. Hahaha fak pikir di jakarta dan surabaya udah parah kak. Ternyata masih ada yg lebih parah lagi... Ahahahaha.... Pernah ke medan cuma bentar jd g sempet merhatiin pelanggar2 kek di atas....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kesini lagi Uwan buat melatih kesabaran berkendara di jalan raya 😄

      Hapus
  4. Itu mah emang dari dulu mak :))))) Coba deh sekali2 senam jantung ke danau toba dengan bus... Wiiih, mantap....bikin sport jantung :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kayaknya kalo itu aku gak berani coba deh, mb. Gak ada nyali... Hihihi

      Hapus
  5. wah baru tahu Medan sedemikian seremnya. Mesti dikerahkan polantas di sepanjang jalan nih, kurikulum sekolah juga harus digalakkan disiplin berlalu lintas. Eh tapi biasanya generasi yg muda mencontoh dari yg tua ya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling penting meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan berkendaranya Mb. Supaya gak ketinggalan sama kota lain. Apalagi Medan kan cukup besar

      Hapus
  6. Nggak pake helm, ngeblong lampu merah? Memang nggak ada polisi lalu lintas yang standby di tiap perempatan gitu ya mba..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada juga. Tapi ya gitu deh. Ada yang tertib, ada yang gak

      Hapus