Mengajak anak ke museum, kenapa gak ?

by - Mei 31, 2017


Seneng banget pas liat susunan tata surya di Museum Negeri Sumatera Utara ( 2017 )


Adik   : Ma, liat ada planet-planet ( sambil berteriak )
Saya   : Eh iya. Adik tinggal dimana planet mana  hayo ?
Adik   : Tuuuuh  ( sambil menunjuk ke neon box )
Saya   : Planet nomer berapa coba dari matahari ?
Adik   : Satu ... dua ... tiga
Saya   : Good job. Pinter

Lihat betapa semangatnya adik saat berkunjung ke Museum Negeri Sumatera Utara beberapa waktu lalu

Apa yang terlintas saat mendengar kata museum ? Hmmm, pasti banyak yang langsung mengeryitkan dahi kalau diajak ke museum. Yang membosankan lah, serem lah, gitu-gitu aja, gak seru ... masih banyak lagi alasan kenapa gak mau ke museum


Senyum dulu sama Kak Nayla di Museum Negeri Ronggo Warsito Semarang ( 2009 )


Nyengir di depan Museum Mulawarman, Tenggarong ( 2010 )

Anak-anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Penasaran dengan segala hal. Pengen tahu ini itu. Rasa ingin tahu yang besar itulah yang justru kita manfaatkan untuk mengajak mereka ke museum

Museum bukanlah hal yang baru bagi kami sekeluarga. Pengalaman pertama mengajak Kakak ke museum ketika usianya 1 tahun. Museum Bung Karno di Blitar, disitulah pertama kali Kakak mengenal museum. Meski belum lancar bicara dan jalanpun juga belum, tak apalah mengajak kakak. Alhamdulillah gak ada drama :D

Dan selanjutnya di setiap kota yang kami tinggali, museum tak luput untuk dikunjungi. Museum Negeri Lambung Mangkurat Banjarbaru, Museum Negeri Ronggo Warsito Semarang, Museum Mulawarman Tenggarong,  Museum Negeri Sang Nila Utama Pekanbaru, Taman Pintar Jogja, Museum Monumen Nasional Jakarta,  Rahmat International Wildlife Museum and Gallery Medan, Tjong A Fie's Mansion Medan, Lawang Sewu Semarang, Museum Negeri Sumatera Utara dan terakhir kemarin ke Museum Perkebunan Indonesia di Medan

Adik ketakutan sama harimau di Museum Negeri Sang Nila Utama, Pekanbaru ( 2012 )

Main gamelan dulu sama Nenek di Taman Pintar Jogjakarta ( 2013 )

Apa gak terlalu muda mengajak Kakak yang waktu itu masih berusia setahun ke museum? Kan dia belum ngerti apa - apa.

Museum bagi anak laksana taman bermain buat mereka. Meskipun terkadang yang terlihat oleh kita sebagai orang tua, anak hanya sekadar melihat, menyentuh ini itu, berjalan atau berlari. Justru itulah saatnya anak belajar. Lewat sentuhannya terhadap barang, lewat apa yang didengarnya, lewat apa yang dia rasakan atau lewat apa yang dilihatnya saat berada di museum.


Asyiknya yang lagi makan sambil duduk di Tjong A Fie Mansion ( 2015 )

Lagi liatin nyamuk di Museum Rahmat Gallery , Medan ( 2016 )

Persiapan apa aja yang dibutuhkan saat mengajak anak ke museum ? Sebetulnya mengajak mereka ke museum juga gak perlu persiapan khusus kok. Di bawah ini tips dari saya :

1. Lihat kondisi anak

Saat mengajak mereka ke museum pastikan mereka sedang dalam kondisi sehat, tidak sakit dan jangan lupa persiapkan perut mereka. Makan dulu dari rumah dan bawa bekal secukupnya. Jangan sampai ya, begitu sampai museum mereka menangis karena kelaparan

2. Cari informasi sebanyak-banyaknya

Buat beberapa orang mungkin bisa saja berpergian tanpa mencari informasi. Tapi buat saya saat ini, mencari informasi itu penting, Meski hanya sekadar berpergian ke museum. Lewat informasi yang sebelumnya saya dapatkan itu, saya bisa membuat anak-anak penasaran sebelum kami pergi berkunjung ke museum ( dan ini juga berlaku untuk tempat wisata lain ya ). Apalagi sekarang kita dipermudah dalam mencari informasi, dengan menunjukkan gambar-gambar museum yang ada kepada anak ... berdasarkan pengalaman pribadi niy, mereka justru makin penasaran

Museum itu kan membosankan,  gak asiiik !
Sekarang coba ditanyain ke diri sendiri, itu kata anak atau justru kita sebagai orangtua yang merasa museum itu membosankan
Liat deh bagaimana ketika anak kunjungan ke museum bersama kawan sekolahnya. Senang kan mereka ? Gak ada kata bosan.
Kalo mereka merasa senang berkunjung ke museum bersama kawan sekolahnya, berarti kita harus bisa dong menghadirkan keceriaan yang sama saat ke museum bersama.


Museum Monumen Nasional, Jakarta ( 2013 )

Pose paling khas kalau ke Lawang Sewu Semarang ( 2016 )

Museum itu banyak kok manfaatnya. Menambah pengetahuan, belajar sejarah seni budaya, melihat hal-hal baru, belajar respek, anak pun menjadi kritis, bisa menambah rasa cinta tanah air anak dan masih banyak lagi manfaatnya

Tak hanya memberi manfaat untuk anak. Berkunjung ke museum juga membawa manfaat bagi orangtua dan anak. Kedekatan emosional akan terjalin saat anak bertanya kepada  orangtua tentang hal-hal yang tidak dia mengerti ketika di museum. " Ini apa siy, ma?" ... " Ini apa siy,  Pa?" . Ketika mereka bertanya itulah kita bisa menyisipkan nilai-nilai kehidupan saat menjawab pertanyaan mereka

Museum Perkebunan Indonesia di Medan ( 2017 )

Jika museum memberikan banyak manfaat buat anak, masih ragu untuk mengunjunginya?

Ayo rencanakan liburan yang menyenangkan bersama anak di museum, karena liburan tidak hanya di mall. 





You May Also Like

4 komentar

  1. Asyik banget kayaknya jalan bareng anak, apalgi kemuseum. selain asyik tentu juga banyak yang bisa di ambil pelajaran.

    Salam kenal mbak.
    ditunggu kunjungannya di blog saya y mbk http://www.amiraja.com/. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Museum emang mengasyikkan, mb. Gak pernah bosen berkunjung kesana

      Hapus
  2. Setuju bun.. Ga harus ke mall!
    Saya pernah nih ngajak anak ke mall, dia mau main di time zone. Sy turutin tp ga pake tiket cuma jepret2 cantik aja disana. Hihihi. Soalnha dy bakal addicted kalo udah kenal sama game disana. Selain Museum, kebun binatang selalu jadi favorite. Disini kebun binatang cuma 1 n kecil. Tapi udah seneng banget dia.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dung kita. Cuman aku kasih batas berapa yang boleh dikeluarin pas ke arena bermain kayak gitu. Biasanya siy cuman isi ulang 50 ribu. Itupun bisa buat 2 kali datang. Setahun paling 3 kali main ... Hihihi

      Hapus