Jalan-jalan Minggu ke Bagan Percut

by - Mei 17, 2017



Pasar Ikan Bagan Percut, Deli Serdang


Suami sudah beberapa kali mengajak saya ke Bagan Percut. Tapi entah selalu saja belum tertarik, entah yang saat diajak sedang panas cuacanya atau saya yang memang sedang malas kesana. Eh, tiba-tiba Minggu 14 Mei kemarin saya mau aja diajak kesana. Padahal kondisi badan sedang tidak fit akibat flu melanda. Beberes rumah sudah mandi juga sudah, kami siap berangkat ke Bagan Percut yang berjarak 21 km dari rumah

Bagan Percut adalah salah satu kawasan wisata ikan dan kulinernya di Kabupaten Deli Serdang. Kawasan yang terletak di muara sungai ini terkenal akan segarnya ikan laut dan bisa langsung diolah disana, ya boleh dikata Muara Angke nya Medan lah 

Seperti biasa jika berpergian di tempat yang kurang familiar,  GPS harus digunakan. Oke jalan dengan kata kunci di Google Bagan Percut. Setelah mengisi BBM, dengan percaya diri kami berangkat kesana. Eh kok tau-tau masuk ke pemukiman penduduk makin dalam saja  Gak ada tanda-tanda sungainya. Cek en ricek, hmmm... rupanya saya salah memencet salah satu gambar rumah makan disana. Oke ganti kata kunci

Saya sampai sekarang masih mikir kok ya bisa ini yang diklik, jadi nyasar kan ... hahaha
Jalan menuju ke Pasar Ikan Bagan Percut
Searching lagi, eh nemu nama Waroeng Mamak. Klik langsung jalan. Udah berasa kok kayak bukan ini ya jalannya. Seperti salah satu saran di FB yang pernah saya ingat yaitu GPS ( Gunakan Penduduk Setempat), kami pun bertanya ke seorang bapak. Dan ternyata betul, tujuan kami bukan ke arah itu. Meski juga tidak 100 % salah. Karena setelah kami sampai di tujuan, Waroeng Mamak juga salah satu dari sekian banyak tempat makan di Bagan Percut. Hanya saja kami menempuh jalur yang berbeda dari yang seharusnya 

Parkir kendaraan yang terlihat memanjang sampai di pekarangan rumah warga

Parkir di depan Pasar Ikan Bagan Percut terlihat penuh

Setelah drama nyasar ke tempat lain, sampailah kami ke tempat yang ingin kami tuju. Minggu siang itu suasana cukup ramai, terlihat dari banyaknya kendaraan yang parkir di halaman warga dan jalan di sekitar lokasi. Kendaraan sudah diparkir, kami melanjutkan langkah ke pasar ikan

Ya itulah yang khas dari Bagan Percut ini, pengunjung bisa memilih sendiri ikan langsung ke penjual ikan. Melihat banyaknya ikan segar disana, rasanya pengen dibeli semua  ... Hahaha. Tapi jangan kalap, beli aja sesuai dengan kemampuan perut dan kantong ya


Ikannya bikin laper mata aja


Ikannya dipilih ...dipilih ... dipilih
Suasana pasar yang cukup ramai

Ikan kakap seberat 8 ons, kerapu seberat 5 ons dan kepiting satu ikat yang kira-kira beratnya 1 kg akhirnya jadi pilihan kami. Gak usah ragu untuk menawar atau bertanya dari satu penjual ke penjual lain. Karena bisa jadi harga mereka berbeda satu sama lain

Dengan total belanja 115 ribu, ikan dan kepiting kami bawa ke tempat memasak. Ada yang persis di samping pasar, ada juga yang harus menggunakan kapal untuk menyeberang. Baik di sisi seberang pasar ikan atau Restoran Terapung yang letaknya persis di muara sungai berhadapan langsung dengan selat Melaka

Ini namanya udang ompol, katanya siy air rebusannya bisa buat anak yang suka ngompol jadi gak ngmpol lagi . Katanya loooooh

Gurita

Kapal untuk menyeberang ke rumah makan lain yang berada di seberang sungai, gratis
Sempat bertanya kepada salah satu penjual mana tempat makan yang paling enak, dan dijawab sama saja. Rumah Makan Aceh Timur menjadi tempat yang kami untuk memasak ikan dan kepiting yang dibeli dari pasar ikan. Tempat ini tidak perlu menyeberang karena letaknya persis di samping pasar ikan

Penuh
Abangnya lagi bakar ikan
Suasana lesehan tepat di pinggir sungai

Kepada salah satu pegawai disana kami minta ikan diolah dengan cara dibakar tanpa bumbu ( permintaan suami ) sedangkan kepiting kami minta dimasak asam manis. Dan kami pun langsung mencari tempat duduk. Rupanya penuh juga, tapi Alhamdulillah tetap dapat tempat duduk meski bukan lesehan di tepi sungainya persis


Rame kan
Yang masih nungguin ikan matang

Setelah menunggu hampir 1 jam, pesanan kami pun datang. Ikan bakar dan kepiting asam manis. Berhubung sudah sangat lapar, kami pun segera menyantap makanan itu. Rasanya enak juga, meski tidak bisa dibilang spesial. Sambil makan, para pengunjung juga mendapat hiburan berupa live music yang disediakan pihak rumah makan. Ya kalau suara cukup bagus, boleh kok menyumbangkan lagu disana

Pengunjung bebas menyumbangkan suaranya

Pesanan datang

Kepiting dengan berat kurang lebih 1 kg ini seharga 50 ribu seikat, ongkos masak 14 ribu. Cukup murahkan buat kepiting sebanyak ini *eh, biarpun keliatannya kecil tapi kepitingnya gemuk loh*

Kenyang dan puas mendengarkan lagu yang dialunkan oleh beberapa orang, saya pun membayar ke kasir. Total biaya yang harus dikeluarkan 110 ribu



Sekadar tips dari saya, saat makan disana :

1. Bawa tempat makanan dari rumah

Gak usah malu, banyak kok pengunjung yang membawanya. Tempat makanan itu akan sangat berfungsi nanti saat disana,  karena biasanya makanan tidak langsung habis di tempat. Sayang kan kalau dibuang 

Nah, kalau saya sengaja ikan kakapnya tidak kami makan disana. Jadi kami tidak membawa makanan sisa. Kalau kepiting kan gak masalah jika membawa sisa yang belum dimakan 

Tapi kalau gak bawa, jangan khawatir pihak rumah makan juga menyediakan plastik pembungkus makanan kok. Tinggal minta saja 

2. Bawa nasi putih sendiri 

Agak bingung kan? Saya sendiri sempat bingung begitu turun dari mobil melihat beberapa rombongan membawa nasi putih sendiri. Rupanya itu salah satu trik supaya bisa berhemat sedikit. Nah uang yang harusnya untuk membeli nasi disana, bisa digunakan untuk membeli ikan yang lebih banyak. Gak heran biarpun mereka membawa bekal nasi putih sendiri, ikan yang mereka pesan sangat banyak. Dan bisa dibawa pulang lebihnya 

3. Gak usah khawatir akan bau amis

Meski tempat makan ini dekat dengan pasar ikan. Bau amis gak ada kok, bahkan di pasar ikannya saja baunya biasa aja. Aroma khas Pesisir yang sempat saya khawatirkan gak terbukti

4. Gunakan GPS dengan kata kunci Restoran Terapung Bagan Percut

Ini sangat penting biar gak muter-muter kayak kami.... Hahaha

Kapal ini menuju ke Restoran Terapung yang berada di ujung muara sungai tepat berhadapan dengan Selat Melaka. Tapi kalau yang ini bayar


Wisata di Bagan Percut bisa jadi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau makan siang bersama kawan kerja

Dan menyukseskan gerakan makan ikan yang digencarkan oleh Ibu Susi,  menteri kelautan kita,  hayaaaaah lebay deh saya hahaha ...

*foto menggunakan Canon Ixus 255 HS, tanpa proses pengeditan*

INDONESIA LUAR BIASA

You May Also Like

1 komentar

  1. Asik nih kalau suatu hari berkesempatan mengunjungi Bargan Pecut 😊😀 mau botong ikan ah kan anak2ku doyan bgt mkn ikan. Kayak Muara Angke lah kl Jakarta...

    BalasHapus